CxJxP53zWR7EqL6IG36o0bOZq2GoVzf0i6VeUrEr
Kisah Sukses, Pesan Hidup, dan Kata-Kata Motivasi Jeff Bezos: Orang Terkaya Pendiri Amazon

Kisah Sukses, Pesan Hidup, dan Kata-Kata Motivasi Jeff Bezos: Orang Terkaya Pendiri Amazon


Kisah Sukses, Pesan Hidup, dan Kata-Kata Motivasi Jeff Bezos: Orang Terkaya Pendiri Amazon
Saat ini siapa yang tidak kenal dengan Amazon.com, situs yang awalnya hanya berjualan buku secara online kini telah berkembang pesat menjadi toko online dengan berbagai aneka ragam produk. Penghasilan yang didapatkan dari situs ini sudah mencapai miliaran dolar. Siapa sosok utama dari situs jual beli online terbesar di dunia itu?

Ya, dia adalah Jezz Bezos, seorang pengusaha sekaligus pendiri website toko online terbesar saat ini di dunia. Amazon kini telah memiliki jaringan hinga hampir ke seluruh dunia. Maka jangan heran kalau Jeff Bezos selalu menduduki jajaran orang terkaya di dunia saat ini.

Tentu kita penaasaran bagaimana kisah hidup dan perjalanan karir dari Jeff Bezos yang berhasil mendirikan Amazon dan berkembang hingga sebesar saat ini. Berikut ini adalah biografi sinkat dari Jeff Bezos yang menurut saya sangat menarik untuk disimak.

1. Masa Kecil Jeff  Bezoss

Jeff Bezo dilahrikan di daerah Albuguerque, Kota New Mexico pada tanggal 12 Januari 1964 dengan nama lengkapnya adalah Jeffrey Preston Bezos. Ketika berumur 12 tahun, kedua orang tuanya memutuskan bercerai karena sudah tidak bisa mempertahankan lagi rumah tangga mereka.

3 tahun berselang, Ibu Jeff Bezos yaitu Jakie Bazoss kembali menikah dengan dengan seorang insinyur bernama Miguel Bezos. Setelah itu ia dan keluarganya pindah ke Houston, Texas mengikuti ayah tirinya untuk bekerja.

Jeff Bezos memiliki masa kecil yang cukup menarik dimana dia sudah menunjukkan ketertarikannya pada dunia teknik di usia yang sangat kecil. Hal itu terlihat ketika membedahksurnya dengan obeng. Seiring berjalannya waktu dan ketika Jeff sudah memiliki adik-adik, ketertarikannya semakin berkembang pada dunia sains dan elektro. Dia berhasil membuat alarm listrik sederhana yang dipasang di rumahnya sendiri. Alarm tersebut berfungsi untuk mengawasi adik-adiknya supaya tidak keluar rumah.

2. Berprestasi Di Masa Muda

Bakat dan minatnya pada dunia sains dan teknik terus berlanjut hingga ia memasuki bangku sekolah menengah atas. Waktu itu Jeff Bezos pernah mengikuti pelatihan sains yang diadakan di Universitas Florid. Berkat prestasinya itu, dia berhasil mendapatkan penghargaan yaitu Silver Knight Award.

Kemudian Jeff meneruskan studinya dan memutuskan kuliah dengan mengambil jurusan Computer Science and Electrical Enginering di Princeton University. Di bangku perkuliahan dia juga menunjukkan prestasi yang luar biasa. Dengan begitu dia cukup mudah untuk mendepatkan pekerjaan setelah lulus kuliah.

Karir pertama Jeff Bezos dimulai ketika dirinya masuk ke dunia kerja Wall Street. Karena memiliki berbagai penacapaian prestasi yang ia lakukan, Jeff tercatat pernah masuk ke beberapa perusahaan jaringan perdagangan internasional Fitel, perusahaan jasa keuangan Banker Trust, dan yang terakhir adalah perusahan finansial DE Shaw Company. Di perusahaan terakhirnya ini, keinginan Jeff untuk mendirikan usaha semakin besar dan tak terbendung lagi.

3. Usaha Pertama Jeff Bezoss: Menjual Buku

Jeff Bezos memulai usahanya sendiri pada tahun 1994. Dia melihat potensi usahanya pada ritel buku di Amerika serikat. Waktu itu memang sudah banyak perusahaan percetakan dan ritel buku, tapi kebanyakan dari mereka memiliki kekurangan, terutama tidak bisa memberikan katalaog lengkap dari semua buku-buku yang mereka miliki. Kemudian waktu itu promosi lewat email juga belum bisa mengakomodir kebutuhan promosi produk-produk buku para pengusaha ritel.

Dara situlah Jeff Bezos memiliki ide untuk membuat website yang bisa memperkenalkan semua produk bukunya dengan mudah dan praktis. Hal ini juga dibarengi dengan perkembangan dunia intenret yang sudah mulai besar waktu itu. Kemudian dia melakukan riset pasar dan banyak menemukan prodsen serta pengusaha ritel buku yang ada di Amerika Serikat. Ia juga mengamati keperluan konsumen serta langkah strategis bagaimana supaya website-nya itu bisa cepat dikenal oleh masyarakat luas.

4. Terciptalah Amazon.com

Setelah mendapatkan banyak pasokan buku, Jeff akhirnya resmi membuka website yang ia daftarkan dengan nama Amazon.com pada tahun 1999. Orang tua Jeff juga sangat mendukung usaha yang dilakukan oleh anaknya itu dengan memberikan dana pensiunnya sebesar 300 dolar US sebagai modal usaha.

Dari sini dia mulai merintis penjualan buku melalui website Amazon. Dan ternyata website ini bisa dengan mudah dikenal oleh banyak konumen karena dipasarkan melalui jaringan internet. Hanya butuh beberapa tahun saja Amazon berkembang yang aalnya hanya bermarkas di bekas garasi rumah menjadi beberapa gudan gpenyimpanan super besar dan kantor pusatnya di Seattle Washington.

Seiring berjalannya waktu, Jeff mengembangkan produk yang dijual di Amazon supaya lebih variatif. Kita bisa lihat saat ini kalau Amazon menjual berbagai macam produk, mulai dari produk elektronik, kebutuhan rumah tangga, hingga aplikasi penyimpanan data online. Meskipun demikian, produk buku dan ilmu pengetahuan masih mendominasi lokel Amazon.

Dengan pencapaiannya yang berhasil mendirikan Amazon, kini Jeff merupakan CEO dari Amazon Inc dan berhasil meraup kekayaan hingga lebih dari 10 milyar US pada tahun 20019. Bahkan saat ini dia termasuk ke dalam jajaran orang terkaya di dunia mulai tahun 1999.

Pesan dari Cerita Jeff Bezos

Banyak pelajaran yang bisa kita petik dari cerita Jeff Bezos, terutama untuk berbisnis. Dia mengajarkan kepada kita bahwa 'pelanggan' merupakan hal pertama yang harus kita perhatikan ketika berbisnis. Bagaimana caranya supaya pelanggan kita bisa nyaman ketika bertransaksi dengan kita.

Kemudian yang tak kalah penting untuk kita miliki adalah passion. Passion akan membuat kita menyukai pekerjaan kita dan akan terus berkembang. Dalam hal ini Jeff sangat tertarik dengan dunia sains dan teknik, dia terus mengasah kemampuannya. Alhasil dia berhasil menciptakan website Amazon.com.


Kata – Kata Bijak dan Motivasi dari Jeff Bezos

1.” If you double the number of experiments you do per year you’re going to double your inventiveness.”
“Jika Anda menggandakan jumlah percobaan yang Anda lakukan per tahun, Anda akan mennggandakan daya cipta Anda.”

2. “Life’s too short to hang out with people who aren't resourceful.”
“Hidup ini terlalu singkat untuk bergaul dengan orang-orang yang tidak punya akal.”

3. “A brand for a company is like a reputation for a person. You earn reputation by trying to do hard things well.”
“Merek (brand) untuk sebuah perusahaan itu seperti reputasi seseorang. Anda mendapatkan reputasi dengan berusaha melakukan hal-hal sulit dengan baik.”

4. “One of the only ways to get out of a tight box is to invent your way out.”
“Satu-satunya cara untuk keluar dari kotak yang sempit adalah menemukan jalan keluar.”

5. “What we need to do is always lean into the future; when the world changes around you and when it changes against you – what used to be a tail wind is now a head wind – you have to lean into that and figure out what to do because complaining isn’t a strategy.”
“Apa yang perlu kamu lakukan adalah selalu condong ke masa depan; ketika dunia berubah di sekitar Anda dan ketika itu berubah terhadap Anda – Apa yang dulunya hanya angin ekor sekarang menjadi angin kepala – Anda harus mencondongkan diri ke dalamnya dan mencari tahu apa yang harus dilakukan karena mengeluh bukanlah strategi.”

6. We’ve had three big ideas at Amazon that we’ve stuck with for 18 years, and they’re the reason we’re successful: Put the customer first. Invent. And be patient.”
“Kami memiliki 3 ide besar di Amazon yang telah kami pertahankan selama 18 tahun, dan itu adalah alasan kami berhasil: Tempatkan pelanggan terlebih dahulu. Menciptakan. Dan bersabarlah.”

7. “One of the things we don’t do very well at Amazon is a me-too product offering. So when I look at physical retail stores, it’s very well served, the people who operate physical retail stores are very good at it…the question we would always have before we would embark on such a thing is: What’s the idea? What would we do that would be different? How would it be better? We don’t want to just do things because we can do them…we don’t want to be redundant.”
“Salah satu hal yang tidak kami lakukan dengan baik pada Amazon adalah penawaran produk yang terlalu saya pakai. Jadi ketika saya melihat toko ritel fisik, sayang terlayani dengan baik. Orang0orang mengoperasikan toko ritel fisik dengan bagus.... pertanyaan yang akan selalu kita miliki sebelum memulai hal seperti itu adalah: apa idenya? Apa yang akan kita lakukan yang akan berbeda? Bagaimana itu lebih baik? Kami tida ingin hanya melakukan sesuatu karena kami bisa melakukannya... kami tidak ingin menjadi berlebihan.”

8. “There are two kinds of companies, those that work to try to charge more and those that work to charge less. We will be the second.”
“Ada dua jenis perusahaan, yaitu perusahaan yang berusaha menggunakan lebih banyak biaya dan perusahaan yang mengunakan lebih sedikit biaya. Kami akan menjadi yang kedua.”

9. “What we want to be is something completely new. There is no physical analog for what Amazon.com is becoming.”
“Kami ingin menjadi sesuatu yang baru. Tidak ada analog fisik untuk menjadi apa Amazon.com.”

10. “We expect all our businesses to have a positive impact on our top and bottom lines. Profitability is very important to us or we wouldn’t be in this business.”
“Kami berharap semua bisnis kami memiliki dampak positif pada garis atas dan bawah kami. Keuntungan sangat penting bagi kami atau kami tidak akan berada dalam bisnis ini.”

11. “If there’s one reason we have done better than of our peers in the Internet space over the last six years, it is because we have focused like a laser on customer experience, and that really does matter, I think, in any business. It certainly matters online, where word-of-mouth is so very, very powerful.”
“Jika ada satu alasan kami melakukan lebih baik rapa rekan-rekan kami di ruang internet selama enam tahun terakhir, itu karena kami fokus seperti laser pada pengalaman pelanggan, dan itu benar-benar penting, saya pikir, dalam bisnis apapun. Ini tentu sangat penting secara online, dimana dari mulut ke mulit sangat, sangat kuat.”
SHARE
Cecepkocep
Breaks the Limits!

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment