CxJxP53zWR7EqL6IG36o0bOZq2GoVzf0i6VeUrEr
Usaha Budidaya Ikan Lele dengan Sistem Bioflok: Analisis Estimasi Modal dan Keuntungan

Usaha Budidaya Ikan Lele dengan Sistem Bioflok: Analisis Estimasi Modal dan Keuntungan

Usaha Budidaya Ikan Lele dengan Sistem Bioflok: Analisis Estimasi Modal dan Keuntungan

Bisnis – Saat ini banyak masyarakat yang sudah tidak mengandalkan kolam buatan atau kolam alami seperti dulu untuk budidaya ikan lele. Saat ini tengah berkembang budidaya ikan lele dengan hanya menggunakan kolam terpal bulat saja. Teknik ini terkenal dengan istilah bioflok.

Budidaya ikan lele dengan teknik bioflok ini nyatanya memberikan banyak keuntungan dibandingkan budidaya dengan teknik konvensional. Cara pembuatan kolam bioflok ini sangat mudah untuk dibuat, bahkan untuk seorang pemula sekalipun.

Ketika pertama kali kolam bioflok ini diperkenalkan, ternyata banyak mendapatkan apresiasi yang cukup baik di kalangan masyarakat. Selain bisa menjadi solusi untuk mereka yang memiliki lahan terbatas, budidayaikan lele dengan sistem bioflok ini juga mampu meningkatkan hasil panen yang cukup besar dibandingkan dengan cara konvensional.

Pada artikel kali ini, Cecepkocep akan memberikan ulasan tentang budidaya ikan lele dengan sistem bioflok. Tapi sebelum itu, saya akan sedikit menjelaskan terlebih dahulu apa itu budidaya ikan lele dengan sistem bioflok dan apa keuntungannya. Untuk itu, yuk kita simak ulasannya di bawah ini.
  

Pengertian dan Prinsip Dasar Sistem Bioflok

Kata Bioflok berasal dari dua kata yaitu ‘Bio’ dan ‘Flok’. Keduanya merupakan Bahasa Inggris, flok artinya gumpalan dan bio artinya makhluk hidup. Jadi, bioflok ini bisa diartikan sebagai gumpalan yang terdiri dari berbagai campuran heterogen mikroba (plankton, protozoa, fungi) partikel polimen organik, koloid dan kaiton yang saling berinteraksi dengan sangat baik dalam air.

Prinsip dasar dari sistem bioflok ini adalah mengubah senyawa organik dan anorganik menjadi massa sludge yang berbentuk flok dengan memanfaatkan bakteri sebagai pembentuknya. Sistem ini bisa diaplikasikan untuk budidaya ikan lele karena bioflok memanfaatkan nitrogen anorganik menjadi nitrogen organik yang tidak beracun. Nitrogen ini nantinya akan digunakan sebagai pakan lele, sehingga akan lebih hemat biaya.

Usaha budidaya ternak lele dengan menggunakan sistem bioflok adalah beternak dengan menggunakan bahan makanan alami berupa gumpalan-gumpalan kecil yang disebut flok. Flok ini dibuat dengan cara mengolah limbah budi daya itu sendiri dengan menggunakan mikroorganisme yang ditumumbuhkan dalam kolam.

Pertumbuhan mikroorganisme di dalam kolam ini bisa dipacu dengan cara memberikan kultur bakteri non patogen (probiotik) dan pemasangan aerator yang berfungsi untuk menyuplai oksigen dan mengaduk air kolam.

Budidaya ikan lele dengan sistem bioflok ini bisa dibilang cukup baru di Indonesia dan memiliki beberapa keuntungan, yaitu tidak memerlukan lahan yang luas. Anda hanya perlu memanfaatkan pekarangan rumah saja untuk membuat kolam lele.

Baca juga: Usaha Budidaya Ternak Kambing Etawa, Bisnis 'KAMPUNGAN' yang Sangat Menguntungkan

Kelebihan Budidaya Ikan Lele Sistem Bioflok

Ada beberapa kelebihan yang dimiliki oleh budidaya ikan lele sistem bioflok dibandingkan dengan cara konvensional, diantaranya adalah sebagai berikut.
  • Kadar pH terbilang relatif stabil (sekitar pH  - pH 8).
  • Kadar pH cenderung rendah, sehingga kandungan di dalam air seperti amoniak relative kecil.
  • Tidak tergantung pada sorotan matahari.
  • Frekuensi untuk mengganti atau menguras air terbilang tidak terlalu singkat, sehingga kondisi keamanan kolam bisa terus terjaga.
  • Limbah dari tambak (seperti kotoran, sisa pakan, algae, ammonia) bisa didaur ulang dengan menggunakan aneka makanan alami yang memiliki protein tinggi.
  • Lebih ramah lingkungan, sehingga dapat memberikan dampak yang lebih baik.

Cara Budidaya Ikan Lele dengan Sistem Bioflok

Hal pertama yang tentu saja harus dipersiapkan untuk budidaya ini adalah kolam yang berfungsi sebagai penampung ikan lele. Oleh sebab itu, diperlukan persyaratan khusus supaya tingkat keberhasilan dari budidaya ikan lele bisa maksimal. Umumnya, jenis kolam yang sering digunakan oleh sebagian besar pembudidaya ikan lele adalah kolam yang terbuat dari beton, tanah, dan terpal.

Untuk budidaya ikan lele dengan sistem bioflok, menggunakan kolam yang terbuat dari terpal saja sudah cukup. Sebab jenis kolam yang satu ini lebih efisien karena mudah sekali untuk dibongkar pasang dan tentu saja hemat biaya.

Cara membuat kolam terpal bulat

  • Potong besi wiremesh menjadi dua bagian dengan ukuran keduanya adalah 5.4m x 1.05m.
  • Gabungkan kedua besi tersebut dengan las, sehingga akan terbentuk ukuran 10.8m x 10.5m.
  • Satukan kedua ujung besi wiremesh sehingga berbentuk bulat. Sampai disini rangka kolam sudah jadi.
  • Simpan kerangka kolam di lahan yang ukuurannya sama dengan kerangka dengan bagian lahan dibuat mengerucut.
  • Buat saluran pembuangan pada bagian tengah lahan tadi.
  • Letakan pipa PVC di lubang saluran yang telah dibuat.
  • Letakan kerangka kolam pada lingkaran tanah yang berbentuk kerucut tadi.
  • Pasang karpet talang di setiap sisi dalam kerangka besi yang diikat dengan kabel ties.
  • Pasang tepal dengan rapi hingga membentuk kolam bebentuk bundar.
  • Beri lubang di bagian tengahnya untuk menempatkan PVC sebagai saluran pembuangan.
  • Kolam sudah siap di gunakan.

Sebenarnya Anda tidak harus berpaku pada cara di atas. Intinya, Anda harus membuat kolam yang terbuat dari terpal dengan diameter minimal 2.5 meter dan tinggi 1 meter.

Cara Menyiapkan Air

Setelah membuat kolam dari terpal, tahap selanjutnya adalah mempersiapkan air untuk budidaya lele. Masukkan air ke dalam kolam dengan ketinggian sekitar 80-100 cm. Di hari kedua, masukkan probiotik sebanyak 5 ml per kubik. Hari ketiga masukkan molase 350 ml per kubik, dan di malam harinya taburkan dolomite 150 atau 200 gram per kubik. Setelah semuanya tercampur, diamkan media pembesaran lele hingga 10 hari. Nah di hari ke-11, Anda bisa lakukan penebaran benih ikan lele ke dalam kolam tersebut.

Cara Menebar Benih Ikan Lele

Sebelum melakukan proses penebaran, Anda harus perhatikan terlebih dahulu kualitas benih lelenya. Benih harus berasal dari induk unggulan, harus sehat dengan ciri-ciri gerakannya yang aktif, organ tubuh lengkap, bentuk proporsonal dan ukuran serta warna sama. Jika benih ikan lele tersebut sudah benar-benar bagus, Anda tinggal lakukan proses penebaran ke dalam kolam.

Memberi Probiotik Susulan

Sebelum benih ikan lele berukuran kira-kira 12 cm, setiap 10 hari masukkan probiotik sebanyak 5 ml per kubik, ragi tempe satu sendok makan per kubk, ragi tape 2 butir per kubik, dan ragi tape 2 butir per kubik. Di malam hrinya tambahkan dolomite sebanyak 200-300 gram per kubik (diambil airnya saja).

Setelah benih ukuran lele sudah mlebihi 12 cm, per sepuluh hari tambahkan probiotik sebanyak 5 ml per kubik, ragi tempe 3 sendok makan per kubik, ragi tape 6-8 butir per kubik. Di malam hrinya tambahkan dolomite sebanyak 200-300 gram per kubik

Selama proses pembesaran ikan lele, pemberian pakan ini sangat wajib dilakukan. Kemudian yang harus Anda perhatikan juga adalah kualitas pakannya. Pemberian pakan dilakukan di pagi hingga sore hari dengan dosis 80% dari daya kenyang. Seminggu sekali jangan diberi pakan (dipuasakan). Pakan dicampur dengan probiotik dan kurangi dosis pakan jika sudah terbentuk flok di dalam kolam.

Baca juga: 20+ Peluang Usaha Sampingan untuk Karyawan yang Menguntungkan (Online dan Offline) 2019

Cara Membuat Probiotik

Setelah Anda sudah mengisi kolam air hingga penuh dan menebar benih ikan lele, tahap yang selanjutnya adalah pemberian probiotik bioflok. Berikut ini adalah bahan-bahan yang harus Anda siapkan dalam pembuatan probiotik bioflok.
  • Air bersih 20 liter.
  • EM4 200 cc yang bisa dibeli di toko pertanian.
  • 2 butir ragi tape yang sudah ditumbuk halus dan 2 botol susu yakult.
  • Molase atau tetes tebu (bisa diganti dengan 1 kg gula merah yang sudah direbus dengan dosis dalam 2 liter air).
  • 100 gram tepung terigu.
  • Buah nanas yang sudah matang yang diblender dan ambil airnya saja.
  • Dedak halus 2 kg yang sudah dikukus selama 30 menit.
  • Kunyit 0.25 kg + 0.25 kg temulawak + 50 gr bawang putih yang dimemarkan.
  • Ember hitam besar.
  • Jerigen ukuran 30 liter.
  • Saringan halus.

Cara Pembuatan probiotik:
  • Buah nanas yang telah diblender + dedak + kunyit + temulawak + bawang putih direbus dengan air gula merah.
  • Saring dan dinginkan.
  • Masukkan campuran tersebut beserta EM4, ragi tape, dan susu yakult ke dalam wadah ember hitam besar.
  • Aduk hingga semuanya tercampur rata.
  • Saring dengan saringan halus.
  • Masukkan ke dalam jerigen, lalu tutup serapat mungkin untuk proses fermentasi.
  • Simpan di daerah yang gelap dan jangan sampai terkena sinar matahari supaya proses fermentasi berjalan baik.
  • Proses fermentasi dilakukan selama 7 hingga 10 hari.
  • Pada hari kedua proses fermentasi, buka tutup jerigen supaya gasnya keluar kembudian tutup kembali hingga hari ke 10.

Manfaat pemberian probiotik
  • Padat tebar ikan lele bisa meningkat hingga 2 kali lipat.
  • Bakteri berfngsi untuk menguraikan kotoran lele dan akan menjadi sumber pakan baru bagi lele.
  • Meningkatkan kualitas air, sehingga bisa meminimalisir serangan penyakit.
  • Ikan lele lebih kuat dan sehat.
  • Air tidak berbau dan lebih ramah lingkungan.
  • Menghemat biaya dan pakan karena kotoran lele diuraikan menjadi pakan baru lagi.

Menguras Kolam

Media terpal sering kali mengeluarkan bau ketika diisi air. Oleh sebab itu banyak ikan lele yang mati. Untuk mengantisipasinya, pastikan Anda mencuci terpalnya terlebih dahulu hingga baunya hilang. Anda harus kuras kolam terpal dua minggu sekali.

Estimasi Modal untuk Usaha Budidaya Ikan Lele Bioflok

Estimasi Modal untuk Usaha Budidaya Ikan Lele Bioflok
Berikut ini adalah analisis usaha budidaya ikan lele dengan sistem bioflok. Perlu diperhatikan bahwa dalam analisa ini, kolam yang digunakan terbuat dari terpal.

Kolam Terpal

Umumnya kolam terpal yang digunakan untuk budidaya ikan lele dengan sistem bioflok ini berbentuk bulat. Harga kolam bioflok ini juga bervariasi tergantung dari diameter kolam terpal tersebut.

Untuk kolamnya kita ambil saja yang diameternya 4 meter dengan rangkanya terbuat dari besi Wiremesh M6. Harga kolam ini biasanya dipatok sekitar Rp 2 jutaan, tergantung dari kualitas yang diinginkan. Atau Anda juga bisa membuatnya sendiri seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Anda juga bisa memanfaatkan kolam sendiri yang terbuat dari beton atau tanah. Hanya saja kolam yang terbuat dari terpal sangat fleksibel dan mudah dipindahkan.

Baca juga: Mengenal Istilah Analisis SWOT: Pengertian, Unsur-Unsur, Fungsi, dan Contoh Penerapan

Biaya Produksi/Operasional

Sebaiknya Anda lakukan analisis pasar terlebih dahulu apakah peluang usaha budidaya ikan lele ini akan berkembang jika dilakukan di sekitar Anda. Rincian untuk pembuatan kolam bioflok yang perlu disiapkan untuk budidaya ikan lele adalah sebagai berikut.


JenisEstimasi Pengeluaran
Kolam Terpal Bioflok
Rp 2.000.000,00
Pembuatan Probiotik
Rp 300.000,00
Benih ikan lele
Rp 2.000.000,00
Pakan untu 10.000 ekor Rp 9.500 x 800 kg
Rp 7.600.000,00
Total Pengeluaran
Rp 11.900.000,00

Estimasi Harga Jual dan Keuntungan

Ketika kita menebar bibit ikan lele sebanyak 10.000, itu tidak akan dipanen semuanya. Katakanlah ada 15% yang mati atau tidak layak untuk dijual. Dengan begitu, total ikan lele yang bisa kita panen sekitar 8.500.

Jika dalam 1 kg terdapat 6 lele, maka kita kalkulasikan bahwa ikan lele yang bisa kita jual sebanyak 8.500/6: 1.416 atau sekitar 1,4 ton. Andai kata kalau 1 kg ikan memiliki harga jual sekitar Rp 18.000, maka kita akan mendapatkan pendapatan sebesar 14 ton x 18.000 = Rp 25.200.000.

Dengan begitu, keuntungan yang bakal kita dapatkan adalah sekitar Rp 25.200.000 – Rp 11.900.000 = Rp 13.300.000.


Jadi, keuntungan yang akan kita dapatkan dari satu kolam terpal dengan bibit 10.000 adalah sekitar Rp 13 juta. Bagaimana? Cukup menguntungkan bukan?


Ini adalah analisa untuk satu kolam saja dengan total benih sebanyak 10.000 ekor. Keuntungan yang akan Anda dapatkan akan semain besar jika jumlah kolamnya juga semakin banyak. Tapi untuk pemula disarankan untuk mencoba satu kolam saja supaya resiko kerugian bisa terminimalisir.


Untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal, usaha budidaya ikan lele yang Anda lakukan harus mendapatkan target pasar yang jelas. Dengan begitu jika Anda ingin melakukannya dengan skala besar, keuntungan yang akan Anda dapatkan juga semakin besar. Akan tetapi harus diiringi juga dengan manajemen yang jelas.

Rata-rata ternak ikan lele dengan sistem bioflok ini memerlukan masa panen hingga 45 hari. Jadi kalau misalnya Anda memiliki beberapa kolam, Anda bisa atur sendiri bagaimana caranya supaya setiap bulannya bisa mendapatkan keuntungan. Semoga bermanfaat dan Good Luck!
SHARE
Cecepkocep
Breaks the Limits!

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment