CxJxP53zWR7EqL6IG36o0bOZq2GoVzf0i6VeUrEr
Kenapa Hidup Ini Banyak Cobaan? Inilah Penyebab Hidup Kamu Penuh dengan Masalah

Kenapa Hidup Ini Banyak Cobaan? Inilah Penyebab Hidup Kamu Penuh dengan Masalah


Kenapa hidup ini penuh dengan cobaan dan selalu saja banyak masalah? Masalah yang satu baru kelar kemarin, eh sekarang datang lagi. Bukan kamu saja, semua orang di dunia ini memiliki masalah dan penuh dengan cobaan.

Padahal kalau kita perhatikan, sekarang kita hidup di zaman yang serba dengan kemudahan. Peradaban semakin berkembang dan teknologi pun juga sudah mulai canggih. Kita bisa mengakses apapun yang kita inginkan dengan hanya satu klik saja. Pengetahuan dan informasi pun bisa kita dapatkan dengan gratis di internet. Tapi kenapa masalah ini selalu saja datang dan tak pernah usai?

Selama kita masih hidup di dunia ini, masalah pasti akan selalu ada. Menurutku masalah merupakan esksitensi bahwa kita masih hidup di dunia yang fana ini. Tak ingin punya masalah? lebih baik kamu mati saja. Masalah atau cobaan memiliki makna tersendiri bagi kita sebagai makhluk hidup supaya bisa berserah diri pada sang pencipta.

Dari mana akar permasalahan muncul?

Masalah sebenarnya bukan berasal dari kehidupan yang kita jalani, tapi dari pola pikir kita masing-masing. Sebagian orang pasti mengingnkan kehidupan mereka “lebih baik” dari pada yang lain, bukan menginginkan kehidupan yang b"aik". Makna “lebih baik” berarti membandingkan satu orang dengan yang lainnya.

Kita menginginkan kehidupan yang lebih padahal sebenarnya kita itu sudah cukup. Kita merasa masih kekurangan, padahal sebenarnya tidak. Kita ingin hidup lebih baik dari yang lain dan membanding-bandingkan apa yang kita punya dengan yang lain.

Dari sinilah akan timbul dilema-dilema seperti ini:
  • Gaji kamu sekarang adalah 10 juta, tapi kamu masih tetap saja merasa iri karena banyak orang yang penghasilannya mencapai ratusan bahkan ribuan milyar.
  • Beli mobil mewah, HP mahal, jam tangan ekspor, dan barang-barang tersier lainnya yang padahal kamu sama sekali tidak membutuhkannya. Kamu membelinya hanya untuk sekedar pamer pada orang lain.
  • Kamu tidak menikmati waktu traveling ke berbagai tempat tempat wisata di luar negeri. Padahal tujuan kamu sebenarnya hanya untuk menghiasi laman feed dan story media social yang akan membuat  orang lain iri akan kehidupan social kamu.
  • Kamu bergaul dengan orang-orang keren, popular, dan cool. Padahal sebenarnya kamu tidak menikmati pertemanan tersebut, bahkan kamu tidak nyaman berteman dengan orang-orang seperti mereka.
  • Kamu memiliki pasangan yang baik dan setia, tapi kamu rela melepasnya hanya karena teman kamu pasangan yang lebih rupawan dan kaya raya.


Membandingkan diri kita dengan orang lain memang tidak hanya memiliki banyak sisi negatifnya saja, tapi ada juga sisi positifnya. Tentu saja kita menginginkan kehidupan kita itu lebih baik dari orang lain. Dari sini kita akan berkompetisi dengan yang lain. Ya sebenarnya hidup ini juga kompetisi yang akan membuat kita kerja keras dan lebih maju.

Tapi, membandingkan diri kita dengan yang lain akan menimbulkan masalah jika tujuan utama kita adalah memenangkan kompetisi tersebut. Kita sebenarnya tidak harus menjadi juara dan lebih kaya dari orang lain. Kita sudah makan hari ini pun seharusnya sudah bersyukur. Kita masih punya tempat tinggal yang layak meskipun masih ngekos, pasangan yang setia, serta keluarga atau teman yang masih peduli dengan kehidupan kita. Lantas kamu masih mendustakan hal-hal seperti itu?

Sudut Pandang Menentukan Segalanya

Kenapa Hidup Ini Banyak Cobaan?
Apakah kamu paham dengan gambar di atas? Itu adalah illustrasi dari kedua orang tua yang memberikan sudut pandang berbeda kepada anaknya. Dari gambar tersebut bisa simpulkan kalau didikan orang tua bisa membuat sudut pandang anaknya berubah dari ingin memiliki kehidupan yang baik, menjadi kehidupan lebih baik dari orang lain.

Apa tujuan kamu kuliah? Apakah hanya ingin mendapatkan gelar supaya mendapatkan gaji yang lebih tinggi? Atau memberi kontribusi terhadap bidang yang kamu geluti dan mengaplikasikannya untuk mensejahterakan orang lin?

Memang tidak salah kalau kita bekerja keras demi mengejar materi atau kehidupan yang lebih baik dari oang lain. Tapi yang salah adalah sudut pandang kita bahwa hanya itulah satu-satunya jalan kita untuk menjalani hidup ini. Sudut pandang bahwa kita harus lebih sukses, lebih kaya, lebih bahagia dibandingkan orang lain menurutku sangatlah tidak benar.

Membanding-bandingkan diri kita dengan yang lain akan membuat hidup kita banyak masalah. Sebab masalah yang seharusnya tidak ada, bisa menjadi nyata kalau kita terus-menerus memikirkannya. Jadi, lebih baik jangan membandingkan kualitas hidup kita dengan siapapun.

Memang hidup ini adalah kompetisi dimana kita menginginginkan kehidupan yang lebih baik dari yang lain. Tapi semua kembali lagi pada perspektif pribadi masing-masing. Apakah menurut kamu kompetisi itu penting atau tidak. Yang jelas, kita tetap harus berjuang untuk memenangkan kompetisi itu, tapi dengan catatan kemenangan bukanlah segalanya.

Dalam suatu kompetisi, tidak ada yang mewajibkan kalau kamu itu harus menang atau juara 1. Menurutku itu tidaklah penting, karena yang paling penting adalah bagaimana kita menikmati proses untuk bisa mememangkan kompetisi tersebut. Kamu harus benar-benar menikmati perjuanganmu untuk bisa mencapai tujuan.

Jadi, menurutku kita tidak harus menang untuk menikmati sebuah kompetisi di dunia fana ini. Tapi tetaplah berusaha sebaik mungin untuk menang. Semoga artikel ini bisa memotivasi kalian semua, terutama untuk penulis sendiri yang benar-benar membutuhkan banyak asupan motivasi. Selamat bekerja dan Nikmatilah hidupmu.

SHARE
Cecepkocep
Breaks the Limits!

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment