CxJxP53zWR7EqL6IG36o0bOZq2GoVzf0i6VeUrEr

Prospek Peluang Usaha Ternak Ayam Potong yang Sangat Menguntungkan

peluang usaha ternak ayam potong

Salah satu hewan ternak unggas yang memiliki prospek cerah adalah ayam potong atau disebut ayam broiler. Pasalnya bidaya ayam ini membutuhkan waktu yang singkat untuk bisa dipanen. Jadi tak ada salahnya bagi Anda untuk mencoba peluang usaha ternak ayam potong.

Beberapa waktu yang lalu para peternak ayam sempat mengalami kerugian akibat flu burung yang melanda. Karena banyak orang yang takut untuk mengkonsumsi daging, akhirnya banyak juga para peternak yang gulung tikar.

Tapi secara perlahan virus ini mulai sirna, sehingga prospek peluang usaha ternak ayam potong kembali cerah. Banyak orang yang kembali menjalani usaha ini karena para konsumennya juga sudah tidak takut lagi dengan virus flu burung.

Tapi apakah Anda tahu cara menjalankan bisnis ternak ayam potong? Berapa kira-kira modal yang Anda butuhkan untuk memulai bisnis ini?

Kali ini admin cecepkocep akan memberikan ulasan tentang peluang usaha ternak ayam potong. Simak ulasannya berikut ini.

Kelebihan Usaha Ternak Ayam Potong

keuntungan ternak ayam potong

1. Permintaan Pasar Tinggi

Kalau Anda jalan-jalan ke supermarket dan pasar, daging ayam yang dijual selalu habis. Karena daging merupakan bahan makanan utama untuk masyarakat saat ini. Daging memiliki banyak kandungan gizinya, sehingga bisa menyehatkan tubuh manusia.

Tidak hanya perseorangan saja, banyak pedagang kaki lima, warung makan, hingga restoran membutuhkan pasokan ayam. Bahkan saat ini olahan daging ayam semakin berkembang, misalnya ayam geprek. Dengan begitu permintaan pasar terhadap daging ayam berskala panjang.

2. Modal Kecil

Untuk memulai usaha ternak ayam potong sebenarnya cukup sederhana. Selain itu modal yang dibutuhkan juga bisa kita sesuaikan dari kecil hingga besar. Modal tersebut digunakan untuk membeli bibit ayam, perlengkapan ternak, pembelian obat, paakan, vitamin, suplemen, dan kebutuhan lainnya.

Untuk permulaan sebaiknya Anda tidak merekrut karyawan terlebih dahulu. Hal itu dilakukan untuk memangkas biaya pengeluaran bisnis Anda. Tanpa karyawan pun Anda masih bisa mengembangkan bisnis ini secara mandiri.

3. Perawatan yang Mudah & Keuntungan Besar

Dalam menjalankan peluang usaha ayam potong, Anda tidak membutuhkan waktu yang banyak. Sebab usaha ini cukup santai, sehingga Anda bisa menjalankan usaha yang lainnya dengan tenang.
Peluang usaha ayam potong termasuk usaha yang bisa memberikan keuntungan yang besar. Jadi tidak heran kalau usaha ini banyak diminati oleh banyak orang.

Kekurangan Usaha Ternak Ayam Potong

Kekurangan dari bisnis yang satu ini yaitu membutuhkan pengethaun dan teknik yang tepat. Karena beternak ayam itu cukup sulit jika Anda belum tahu tekniknya. Misalnya salah memberikan takaran pakan bisa berakibat fatal terhadap pertumbuhan ayam.

Hal yang paling ditakutkan oleh para peternak ayam yaitu penyakit flu burung. Karena meskipun sudah jarang ditemukan, tapi penyakit itu masih menyerang beberapa hewan unggas. Sehingga kita membutuhkan perawatan yang benar-benar baik.

Jenis Ayam Potong

Jenis ayam yang diternak dalam usaha ini adalah jenis ayam pedaging alias ayam broiler. Jenis ayam pedaging memiliki daya produktivitas sangat tinggi karena dihasilkan dari persilangan hewan ayam yang lainnya.

Selain itu ayam broiler juga tidak membutuhkan waktu panen yang lama. Anda bisa langsung memanennya dengan waktu 5 hingga 6 minggu saja. Oleh sebab itu banyak peternak yang mulai menjalankan usaha yang satu ini.

Peralatan Ternak Ayam Potong

1. Alas Lantai

Usahakan alas lantai atau litter dalam keadaan kering. Jadi jangan sampai ada yang bocor dan ada air hujan yang masuk meskipun ada angin kencang sekalipun. Tabal dari alas lantai ini kira-kira 10 cm.

Anda bisa menggunakan alas lantai yang terbuat dari campuran sekam, kapur, dan pasir. Anda juga bisa menggunakan lantai dari serutan kayu.

2. Indukan

Brooder atau indukan memiliki bentuk persegi atau bundar yang berfungsi untuk mengganti indukan ayam atau penghangat anak ayam saat baru menetas.

3. Tempat Minum dan Makan serta Grit

Tempat pakan harus cukup untuk menampung makanan dan minum. Anda bisa membuatnya dari bahan alumunium, bambu atau bahan lainnya. Yang paling penting tempatnya tidak mudah bocor, kuat, dan tidak berkarat. Sementara untuk gritnya Anda bisa menggunakan kotak khusus.

4. Tempat Bertengger Ayam

Tempat bertengger ini digunakan untuk tempat tidur atau istirahat. Anda bisa meletakkannya di dekat dinding dan usahakan kotorannya bisa jatuh ke lantai, sehingga bisa mudah dibersihkan dari luar.

Tempat bertengger ini sebaiknya dibuat tertutup agar terhindar dari angin. Letaknya juga harus lebih rendah dari tempat bertelur.

5. Peralatan Pelengkap

Peralatan pelengkap diantaranya alat-alat rutin yang biasa digunakan untuk kesehatan seperti gunting operasi, pisau potong untuk operasi kecil-kecilan, suntikan, dan sebagainya.


Cara Ternak Ayam Cepat Panen

Anda sudah tahu jenis ayam apa yang akan digunakan untuk beternak ayam potong. Selanjutnya kita akan membahas langkah-langkahnya bagaimana. Simak ulasannya di bawah.

1. Menentukan Lokasi Kandang

Langkah pertama yang harus Anda lakukan untuk memulai peluang usaha ternak ayam potong yaitu menentukan lokasi kandang. Supaya bisa mendapatkan sinar matahari langsung, kandang ayam harus tertata dengan.

Suhu yang ideal untuk kandang berkisar 32-35 derajat celcius dengan kelembaman antara 60-70%. Dalam memberikan penerangan atau pemanasan juga harus disesuaikan dengan aturan.

2. Membuat Kandang

Setelah menentukan kandang, langkah yang selanjutnya adalah pembuatan kandang. Ada dua pilihan yang bisa Anda gunakan dalam pembuatan kandang, yakni kandang tanpa panggung dan kandang berbentuk panggung.

Sebagian besar para peternak ayam potong lebih memilih menggunakan jenis kandang tanpa panggung. Selain pembuatannya yang sangat mudah, modal yang diperlukan untuk membangunnya juga relatif murah.

Sementara untuk pembuatan kandang ayam berbentuk membutuhkan modal yang relatif mahal. Tapi jenis kandang ini sangat mudah dalam membersihkannya. Lahan yang dibutuhkan untuk jenis kandang juga tidak terlalu luas. Karena kotoran ayam akan jatuh ke bawah.

3. Pemilihan Bibit Ayam

Setelah membuat kandang, tahapan yang selanjutnya adalah pemilihan bibit. Bibit ayam yang baik memiliki kriteria sebagai berikut.
  • Bibit ayam tidak cacat secara fisik dan sehat.
  • Pertumbuhan dan perkembangannya normal.
  • Bibit ayam berasal dari indukan yang sehat
  • Tidak ada lekatan tinja di duburnya.
  • Nafsu makannya baik.
  • Ukuran berat badan normal yaitu antara 35-40 gram.
Baca juga: Usaha Budidaya Ikan Lele dengan Sistem Bioflok

4. Pemberian Pakan dan Minum

Dalam menjalankan peluang usaha ternak ayam potong, pemberian pakan dan minum harus diperhatikan baik dari sisi gizi maupun waktu pemberiannya. Sebab untuk mendapatkan pertumbuhan ayam yang berkualitas, nutrisinya harus terpenuhi.

Para peternak ayam potong biasanya menggunakan sistem adlibitlum dalam pemberian pakannya. Sistem ini mengharuskan Anda untuk selalu menyediakan pakan dan tanpa batas.

Sehingga Anda harus selalu cek ketersediaan pakan di dalam kandang dan jangan sampai habis. Jenis pakan yang digunakan bisa berupa pelet, crumbles atau putiran pecahan, dan tepung.

Sementara untuk pemberian minum harus disesuaikan dengan umur ayam yaitu fase starter dan fase finishier. Ayam yang berumur 1 sampai 29 hari termasuk fase starter. Sementara fase finisher berlaku untuk ayam yang berumur 30 sampai 57 hari.

Pemberian kapasitas minum untuk fase starter yaitu:
  • Minggu pertama: 1,8L/hari untuk 100 ekor
  • Minggu kedua: 3,1L/hari untuk 100 ekor
  • Minggu ketiga: 4,5L/hari untuk 100 ekor
  • Minggu keempat: 7,7L/hari untuk 100 ekor.

Sehingga kebutuhan air untuk ayam hingga berumur 4 minggu adalah 122,6L untuk 100 ekor. Tambahkan gula dan obat stress pada air minum pada pemberian minum di hari pertama sebanyak 50 gram/liter air.

Pemberian kapasitas minum untuk fase finisher yaitu:
  • Minggu kelima: 9,5L/hari untuk 100 ekor
  • Minggu keenam: 10,9L/hari untuk 100 ekor
  • Minggu ketujuh: 12,7L/hari untuk 100 ekor
  • Minggu kedelapan: 14,1L/hari untuk 100 ekor.
  • Sehingga total minuman yang dibutuhkan di usia 30 sampai 57 hari adalah 333,4L/hari untuk 100 ekor ayam.
Baca juga: Peluang Usaha Di Kampung yang Menguntungkan

5. Pemeliharaan Ayam

Selain harus memberikan pakan dan minum yang sesuai, Anda juga harus melakukan pemeliharaan. Jadi ayam tidak didiamkan begitu saja sampai besar dengan sendirinya. Anda tentu saja harus melalui rangkaian proses supaya bisa menghasilkan ayam potong yang berkualitas.Berikut proses yang harus Anda lakukan dalam pemeliharaan ayam potong.

  • Minggu pertama: anak ayam dimasukan ke inkubator dan diberi pakan serta minum air hangat.
  • Minggu kedua: suhu inkubator dikurangi dan beri pakan jenis crumbles.
  • Minggu ketiga: anak ayam tidak membutuhkan pemanas lagi.
  • Minggu keempat: bulu-bulu ayam seharusnya sudah mulai tumbuh dan ayam membutuhkan pakan 2 kali lipat lebih banyak.
  • Minggu kelima: kandang harus dibersihkan secara rutin karena ayam sudah menghasilkan cukup banyak kotoran.

6. Panen

Dalam tahap ini, Anda harus melakukannya dengan sistematik. Penangkapan ayam dengan serentak malah akan membuat ayam lemas. Jadi Anda harus melakukannya secara bertahap.

Hindari juga memojokan ayam yang akan dipanen ke sudut kandang karena bisa menyebabkan mereka mati. Kira cara menangkap ayam yang baik dan benar adalah seperti berikut.
  • Pegang bagian kakinya secara perlahan, lalu pegang bagian dadanya dan angkat ke atas.
  • Supaya ayam tidak  berontak, hindari menangkap ayam dengan menarik salah satu sayapnya.
  • Setelah itu ikat kedua kaki yang sudah tertangkap.
  • Jangan lupa untuk menimbang bobot ayam yang masih hidup.
Baca juga: 31 Peluang Usaha Di Desa Yang Menjanjikan


7. Sanitasi Hama Kandang

Jangan lupa untuk melakukan pengapuran pada bagian dinding dan lantang kandang untuk sanitasi setelah panen. Supaya bibit penyakitnya mati, Anda juga bisa menyemprot kandang dengan formalin. Diamkan kandang selama kurang lebih 10 hari sebelum akhirnya diisi kembali dengan bibit baru.

Pemasaran Ayam Potong

Untuk pemasarannya Anda bisa mempromosikannya dari mulut ke mulut. Anda bisa bekerja sama dengan pengusaha pemotongan ayam yang ada di pasar atau menitipkan anak ayam pada penjual bibit.

Tapi Anda harus memperhatikan anakan ayam yang dijual dengan banyak stok yang ada. Jangan sampai Anda kehabisan stok bibit ayam yang nantinya akan diternakan lagi.

Itulah ulasan tentang peluang usaha ternak ayam potong. Bisnis yang satu ini sangat cocok dijalankan oleh para pemula. Tapi sebaiknya Anda mengikuti pelatihan atau bertanya kepada orang yang lebih berpengalaman. Semoga bermanfaat dan terima kasih.
Related Posts
Cecepkocep
Breaks the Limits!

Related Posts

Post a Comment