Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Iklan Responsif Horizontal To Vertikal

Kekurangan Kawat Bronjong Dibandingkan Tanggul Beton

Cecepkocep.com - Kawat bronjong telah banyak digunakan pada konstruksi bangunan karena berperan sebagai pelindung. Tak hanya dalam konstruksi bangunan saja, kawat bronjong juga sering digunakan sebagai tanggul di tepi sungai. Dengan banyak kegunaan, sekarang telah banyak orang yang jual kawat Bronjong di pasaran.

Kawat Bronjong sendiri adalah kotak yang terbuat dari anyaman kawat baja yang dilapisi dengan seng. Kawat baja ini terkenal sangat kokoh karena terbentuk dari anyaman baja dengan bentuk heksagonal dan dililit ganda. Jarak maksimum antar kawat adalah 40 mm dan memiliki bentuk yang simetris.

Pada proses pembuatan kawat bronjong, lilitan kawatnya harus erat dan tidak boleh ada kerenggangan. Kawat sisi juga harus dililit minimal 3 kali supaya bisa menahan beban ketika ada yang menghampirinya dari berbagai arah.

Jual Kawat Bronjong Surabaya

Jika dibandingkan dengan tanggul beton, lebih efektif manakah?

Kawat bronjong maupun tanggul beton keduanya tentu saja memiliki kelebihannya masing-masing. Banyak orang yang menyebut kalau tanggul beton sangat kuat karena terbuat dari campuran air, semen Portland, dan berbagai unsur lainnya.

Kekurangan Kawat Bronjong

Secara umum, kawat bronjong memang memiliki kelebihan dibandingkan dengan tanggul beton. Meskipun begitu ada juga kekurangan-kekurangannya. Diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Harga Tak Bersahabat

Bisa dikatakan kalau kawat bronjong terbilang lebih mahal karena ada komponen batu di dalamnya. Batu-batu tersebut nantinya akan ditata sedemikian rupa, setelah itu dikelilingi oleh kawat untuk melindunginya.

Sehingga pembuatan kawat bronjong ini tergolong lebih mahal jika dibandingkan dengan tanggul beton. Semakin luas area yang akan dipasang kawat bronjong, semakin besar pula uang yang harus Anda persiapkan.

2. Sulit Membuatnya

Pada pembuatan kawat bronjong menggunakan lingkaran-lingkaran heksagonal. Hal itu tentu saja akan mempersulit kita dalam membuat kawat bronjong. Selain itu batu yang ditata di dalam kawat juga harus rapat dan tidak berongga. Jika berongga, kekuatan kawat bronjong akan berkurang dan mudah rusak.

3. Ukurannya yang Besar

Kawat bronjong biasanya memiliki ukuran yang sangat besar dan berat karena ada batu di dalamnya. Sehingga kawat bronjong akan sulit untuk diangkat dan dibentuk sesuai dengan keinginan.

Untuk memasang kawat bronjong juga memerlukan lahan yang cukup lebar karena bronjong sendiri juga lebar. Dengan begitu kawat bronjong kurang begitu efektif jika dipasang di area sungai yang sempit.

Meskipun terdapat beberapa kelemahannya, kawat bronjong lebih banyak digunakan dibandingkan dengan tanggul beton. Karena masih ada kelebihan lainnya yang dimiliki oleh kawat bronjong.

Pakai Kawat Bronjong Mesin

Perlu diketahui bahwa kawat bronjong yang tersedia di pasaran sudah ada dua macam yaitu kawat bronjong anyaman mesin dan manual. Karena dibuat dengan mesin khusus, kawat bronjong mesin tentu saja jauh lebih unggul dibandingkan dengan kawat bronjong yang dibuat manual. Berikut ini adalah kelebihan-kelebihannya.

1. Kapasitasnya Lebih Besar

Bronjong mesin bisa menampung hingga 1000 unit per hari dengan kapasitas pekerja hingga 50 orang. Hal ini tentu saja berbeda jauh dengan bronjong manual yang hanya bisa memproduksi 10 unit perhari. Selain itu hanya bisa dikerjakan oleh dua orang saja.

2. Sesuai dengan SNI

Kawat Bronjong yang dibuat dengan mesin sudah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah (BSN). Sehingga kawat besi bronjong ini sudah berstandar Nasional Indonesia (SNI). Kawat bronjong dilapisi dengan galvanis yang lebih tebal, sehingga tidak mudah berkarat.

Sementara besi bronjong manual dilapisi galvanis dengan jumlah yang rendah, sehingga warnanya akan cepat berubah dalam waktu 2 hingga 3 bulan. Warnanya akan menjadi hitam dan akhirnya berkarat. Jika sudah berkarat, Anda harus menggantinya kembali.

3. Lebih Konstan

Kawat Bronjong mesin memiliki lubang anyaman yang tetap. Karena lilitan anyamannya terikat mati dengan kekuatan yang sesuai dengan tarikan mesinnya.

Hal ini tentu saja berbanding terbalik dengan kawat bronjong manual dimana lubang anyaman tidak konstan. Meskipun harus dililit minimal 3 lilitan, tapi tetap saja itu tidak terlalu kuat. Apalagi lilitan dan anyamannya dibuat dengan tenaga manusia yang tentu saja sangat terbatas.

Kawat Bronjong manual maupun mesin pada akhirnya memiliki manfaat yang sama. Keduanya bisa digunakan untuk mencegah erosi pada tanggul sungai, gorong-gorong, penyangga jembatan, garis pantai dan pembangunan anak tangga. Ada juga kawat bronjong untuk pagar yang sudah banyak digunakan.

Karena peranannya sangat penting, harga kawat bronjong per lembar juga terbilang relatif lebih murah. Tapi Anda jangan terlalu tergiur dengan masalah harga yang ditawarkan. Karena Anda tetap saja harus memperhatikan kualitasnya.

Baca juga: Mengenal Berbagai Jenis Besi yang Digunakan Dalam Konstruksi

Sekarang memang sudah banyak toko bangunan yang jual kawat bronjong. Harga dan ukuran kawat bronjong juga bervariasi. Karena jika dibandingkan dengan tanggul beton, kawat bronjong memiliki banyak kelebihan meskipun juga terdapat kekurangannya.

Cecepkocep
Cecepkocep Breaks the Limits!